Hmmm, kemaren, yah kemarin teman, kebahagian itu menyapaku, atau sebutlah kesenangan (just fun not happy, takut ada yang protes haha), seorang yang mengaku fans berat blogku memaksa untuk ketemu, sebut saja dia sebagai pria anomali, terus terang aku sudah buat 1001 manuver agar dia jadi illfeel dan tak mau menemuiku, seperti:
aku bilang aku tak mau ketemu karena belum siap, alasan yang mengada-ada, tapi itu bisa menahannya untuk satu hari,
aku bilang aku lesbian tak tertarik pada laki-laki, dan sebenarnya tokoh-tokoh yang ada di blog itu sebenarnya perempuan, pangeran, satria, prajurit, etc semuanya perempuan, sempat terpikir untuk bilang saja aku bencong (masakan bencong bisa seseksi itu suaranya…)
manuver terakhir aku bilang saja padanya aku ini gendut, sebenarnya aku tidak secantik itu, kukasihkan saja blog temanku dan kuperlihatkan FS temanku yang memang (ehmmm…) gendut but sexy, dia tanya paswordnya, gampang aku tahu kok passwordnya, bikin FS sama blognya aja bareng kok sama aku, arghhhh sialnya passwordnya udah diganti, akhirnya kupaksa temanku muncul lewat cam agar dia percaya, anehnya…dia tetap saja memaksaku untuk ketemu…dia bilang, dia gak peduli aku segendut apa, dia nekat…dia mau ketemu sama aku,
Kalau sudah begitu aku harus bagaimana lagi? Akhirnya disepakati lah kita ketemu, dan aku bilang padanya, jangan nyesel yah....dia tetap saja maksa,
Aku senewen juga mengingat ketemuan dengan seorang teman maya di real itu biasanya suka jadi kacau, dan bukannya tambah deket, malah jadi jauh…
dua malam aku gak bisa tidur, di pikiranku hanya ada pertemuan dengannya, apa yang kukerjakan tidak lagi sistematis, aku bego sebego-begonya,
Hari H, jam6 pagi dia telpon katanya ketinggalan kereta jam 5 dan akan menunggu kereta berikutnya jam8, aku langsung sms teman yang kupinjam raganya, kubilang padanya, bon kita berhasil dia kayaknya batal kesini (sebenarnya aku meminta temanku itu untuk menemuinya, tapi dia gak mau, katanya urus saja urusanmu sendiri, wuih…)
Ternyata aku salah, sejam kemudian dia bilang dia sudah ada di kereta menunggu kereta berangkat menuju Malang, arghhhh…aku masih tak yakin, tapi aku persiapkan diriku sebaik-baiknya (dibaca dandan abis-abisan...hahaha), kutunggu dia di sebuah café dekat Stasiun Malang Kota, aku menunggu dengan deg-degan, seperti apakah dia di dunia nyata? Seperti apakah orang yang nekat ketemu sama aku padahal sudah kubilang aku ini menyakitkan, aku ini gendut, aku ini tak cantik, aku ini hanya seorang cewek yang bla bla bla…
Jam 11, dia menelpon udah sampe stasiun, dan menuju ke café tempat aku menunggunya sambil chating (tentu saja, memangnya aku bisa nunggu sambil bengong dengan perasaan tak karuan?)
DAN DIA PUN DATANG SODARA-SODARA!!!
Dan kuberi tahu padamu Teman, Dia itu lebih cakep daripada poto yang kulihat di imagenya, baru kulihat sejenak saja, tanganku sudah gatal ingin menyentuhnya dan hatiku langsung berbunga-bunga (ok, kata ini sangat anak TK sekali, tapi sekali ini izinkan aku menggunakan kata itu saja teman), di otakku tiba-tiba saja bermunculan berjuta kata indah, dan bibirku selain mengulum senyum juga sudah tidak tahan ingin menghamburkan kata-kata indah itu…
Dan hey kita ketemu, dia mengucapkan salam, kita kenalan,
“tetra putri…”
“pria anomali…jadi mana bon yang gendut itu?”
“ah lupakan saja…jangan disebut-sebut lagi ya? Aku malu…”
“hahaha…surprise banget tetra lebih cantik dari potonya, gak percuma aku nekat ketemu…pantes prajurit bilang INDAH…”
Ya ampun itu kan kata-kata yang ingin kukatakan padanya, aku hanya tersenyum saja, sudah pasti pipi dan telingaku merah banget…hahahaha…nice experience…
Jadi?
Dia pengen buktiin kemampuanku masak, jadi aku masuk Hypermat-Matos buat belanja, terus terang aku belum bisa masak tanpa Mak Cik, tapi kali ini biarlah, biar dia tahu aku apa adanya saja, dan jrenggg jrenggg jrenggg dan aku masak rawon (dengan bumbu instan…biar cepet dan memang aku gak tahu cara konvensional bikin rawon, walau begitu tetep aja kan masih susah ngurus dagingnya...), kupikir aku berhasil, sempat lupa pula apakah aku sudah memasukkan garam atau belum, kucoba, kayakna belum, kumasukkan lagi lah garam, beberapa menit kemudian kucicipi, dan…
“arghhhhh PAIT!!!” aku panik, dia muncul ke dapur, aku gemeteran shock, dia cicipi lah rawon itu,
“hey, tenang enak kok…gak pait, gak asin, udah pas…”
Dia yakinkan aku sampai aku pun yakin kalau rawon itu baik-baik saja, mungkin lidahku saja yang sedang keseleo…dan hey dia lahap sekali, malah aku yang makan menye-menye…gak semangat, sulit rasanya menelan, gimana mau makan klo tangan ini rasanya udah pengen sentuh-sentuh saja…hahahaha (nampak jarang dibelai yah?)
Selesai makan, kita…ehmmm…AKHIRNYA AKU MENYENTUHNYA!!!
Ya ampun dia yang sudah beberapa bulan ini menjadi matahariku di tengah malam, yang selalu mau kutelpon jam berapapun…yang mau mendengarkan kisah luka-lukaku, pembaca pertama dari semua postingan yang ada di blog luka ini…TERNYATA BISA NYATA JUGA! AKU BISA MENYENTUHNYA TEMAN, kurekam wajahnya di otakku, kutelusuri wajahnya dengan jariku, kutatap matanya…dan kata-kata itu berhamburan lah dari mulutku tak bisa tertahan lagi…
“aku tak percaya, matahari tengah malamku bisa kusentuh seperti ini, bisa kurasakan dengan jariku, bisa kutatap matanya dengan mataku, bisa kuremas tangannya…bisa kukagumi setiap inci wajahnya…mata yang memabukkan ini, hidungnya…pipinya…ehmmm bibirnya…pasti mimpi ya? Katakan ini bukan mimpi…!”
Aku mulai berbisik di telinganya…
“nggak sayang, ini bukan mimpi…” begitu jawabnya,
Kembali kulihat matanya, kutelusuri setiap ini wajahnya dengan jariku, kuusap rambutnya…kubisikkan nama itu di telinganya…dan :-* ya teman aku :-* DI LEHERNYA!
“aw…” dia meringis, barulah aku sadar…
MENGERIKAN!!! Bagaimana bisa aku jadi tak terkendali seperti itu?
“sorry…gak buleh nyentuh yah?”
“hmmm…buleh, siapa bilang gak boleh? Hmmm…aku sungkan…”
Arghhhhh pria anomaliku…
Kita akhirnya berpisah dengan baik-baik, dan aku pun mengerti jika seandainya itu adalah pertemuan pertama dan terakhir, aku bisa mengerti…pada kenyataannya aku sadar otakku bukannya merekam nyanyian pernikahan, tapi suara desahan di sudut kamar… (kau tahu kan apa maksudku Teman?)
Walau begitu anehnya aku berdo’a…
”YA TUHAN JADIKAN DIA JODOHKU!!!BERIKAN AKU ANUGERAH YANG TERAKHIR…BERIKAN AKU KESEMPATAN UNTUK MENCICIPI AROMA KELUARGA SEKALI SAJA DALAM HIDUPKU”
Kulihat punggungnya di balik kaca kereta, dia tak menoleh,
Hey dia sudah bertemu dengan idolanya kan? Dan dia telah menjadi tokoh dalam blogku sekarang?
Kau memang layak mendapatkannya pria anomaliku…



0 komentar:
Poskan Komentar