TRACK 1
Tak pernah aku membenci wanita seperti aku membencinya, tak pernah aku semuak ini pada seorang wanita. Muak sungguh melihatnya menulis betapa protagonisnya dia, betapa teraniayanya dia. Padahal kalau saja aku bisa membuka segala rahasianya, kalian pasti setuju kalau dia tak lebih dari seorang pemeran antagonis. Ijinkan aku bercerita pada kalian tentangnya. Setelah itu silahkan kalian putuskan apakah dia cocok dalam perannya sebagai seorang protagonis, karena bagiku selamanya dia antagonis.***
Kisahku dengannya berawal dari ke-anomalian diriku. Dan seorang pria yang anomali selalu menarik perhatiannya. Aku dan dia sama-sama tergabung dalam sebuah komunitas, tapi kami tidak saling mengenal awalnya, karena aku memang sudah malas nongkrong-nongkrong dengan para borjuis di komunitas itu. Tapi malam itu aku sedang bosan jadi ketika aku mendapat sms tentang tempat dimana komunitas kami ini akan berkumpul, aku pun pergi juga. Seperti biasa, musik berdebum keras, mobil-mobil berjajar di sepanjang jalan, kumpulan orang-orang saling melempar lelucon, tertawa, dan bergosip seru. Tolong bayangkan musik-nya Pitbull-Blanco mengalun dengan suasana seperti dalam Fast And Forious 4.Aku bukan dari bagian orang-orang itu. Aku mengenal beberapa diantaranya, tapi aku malas untuk berbasa-basi, biarlah mereka yang menyapaku duluan. Jadi yang kulakukan malam itu hanyalah bersandar di mobilku, dan membaca, hahahaha jangan bayangkan aku membaca majalah pria atau buku-buku beraroma intelek, karena kenyataannya aku membaca komik Sinchan. Saat aku tertawa-tawa sendirian dengan komikku itulah dia datang menghampiri bersama seorang teman yang kukenal.
”Red, ngapain disini? Gabunglah...”
”gabung kemana?” aku bertanya dengan malas.
”ya elah masih tanya, eh ini kenalin...”
Dan dia mengulurkan tangannya mengajakku bersalaman, ”tetra...”
”red...teman-teman memanggilku red...”
”wow! Kok Red?”
”mungkin karena aku suka sekali warna merah, lihat semuanya merah kan?” aku menunjuk mobilku yang full red.
“owh, kalau ku tanya nama aslinya mungkin terlalu cepat kali yah?”
Belum sempat aku menjawab, temanku yang tadi membawanya padaku berpamitan.
“ya sudah, tugas sudah dilaksanakan Putri...sudah kenalan kan? Aku pamit ya...”
“ok, trims ya...” dia menjawab sambil tersenyum geli dan agak malu.
“jadi tadi sengaja kemari mau kenalan gitu?”
“ya gitu deh...”
“siapa tadi namanya?”
“tetra...tetra putri...”
“owh...tetra, si jazz merah Angel Cry?”
“yeah I’m...”
“tetra yang dikejar-kejar sama ketua gang kita yang terhormat itu?”
“yeah...maybe...”
“ada apa gerangan tiba-tiba menyapa lelaki buruk rupa seperti aku ini?”
“ya ampun serius amat sih? Emang gak boleh kalau pengen kenal?”
”boleh dongs...Cuma agak aneh aja...jarang-jarang sih” Sebenarnya, ini pertama kalinya aku berbicara lancar di depan seorang wanita seperti dia, hal itu membuatku sedikit bangga.
”lagi baca apa nih?”
”yah, ternyata karena sinchan ini ya? Bukan karena aku-nya kamu pengen kenal, ya kan?” aku pura-pura kecewa.
”owh sinchan, kirain apa gitu...dari tadi keliatan serius and cengar-cengir sendiri”
”maaf Putri, hamba sudah mengecewakan, satu-satunya bacaan yang hamba suka memang hanya komik”
”apaan sih? Dari tadi gitu mulu...” wow! Dia cemberut! Terus-terang itu adalah adegan paling indah yang terus kukenang sampai sekarang.
Sial setelah itu tak ada lagi yang bisa kubicarakan dengannya. Sekejap aku ingin sekali berputar-putar di Gramedia, bukan untuk mencari komik tapi mencari buku yang berisi tips menghidupkan pembicaraan dengan seorang wanita pada perkenalan pertama. Kenapa aku tak pernah terpikir untuk mencari buku seperti itu ketika aku masuk Gramedia? Lihat aku sekarang, merasa sangat bego karena tak tahu lagi apa yang harus kukatakan, akhirnya dia pun pamit meninggalkan aku yang bengong dan berharap apa yang terjadi barusan bukanlah mimpi.
Kau tahu teman? Sejak saat itu aku selalu berdo’a agar ada seseorang yang mengirimkan mesin waktu padaku agar bisa kuulangi lagi adegan itu. Tapi tak ada mesin waktu teman, yang ada hanyalah acara nongkrong-nongkrong seperti biasanya dengan aku yang tak fokus. Satu pertemuan dia tak datang, pertemuan kedua dia memang datang, tapi dia tak menyapaku. Ah sudah cukup membuat tingkat Percaya Diriku melonjak ke level paling bawah. Begitu menyedihkan Teman, aku disana dalam suasana yang sama bersamanya, tak ada Sinchan kali ini, hanya ada aku yang menatap setiap gerakannya. Setiap gerak tawa dan kibasan rambutnya, setiap senyum dan kerlingan matanya. Aduhhhh ingin sekali aku berada disana, menikmati senyumnya dari dekat, mendengar tawanya, tapi aku sama sekali tak punya keberanian untuk itu. Seolah ada paku yang tertancap di kakiku. Aku hanya diam di tempat dan tersenyum sendiri bukan karena Sinchan tapi karena dia juga sedang tersenyum. Tentu saja bukan kepadaku, Siallll!!!
Aku harus melakukan sesuatu untuk menarik perhatiannya, tapi apa? Sebuah buku tebal di tangan? Berjoget ria di atas mobil? Atau buang air kecil di tengah kerumunan orang? Arghhhh....bisa gak kreatif sedikit Red?!
Akhirnya ide itu datang, di komunitas kami ada satu cara agar bisa terkenal dengan instan! Modifikasi kendaraan! Dan itulah yang kulakukan, perlu waktu sebulan untuk membuat sebuah jazz biasa agar bisa menjadi penarik perhatian orang. Yang paling sulit, aku ingin menunjukkan pada dia, bahwa modifikasi yang kulakukan adalah untuknya. Dalam pikiranku yang dangkal akan kutulis sebuah nama untuk mendampingi jazz angel cry-nya, mungkin The Dark Knight...ihhh Batman dongs?! Hmmm Ghost Rider? Wow Nicolas Cage kalee...apa dongs? Akhirnya kuputuskan untuk menorehkan namaku disana...The Red Wine.
Rasanya seperti kena karma. Dulu ketika aku melihat kendaraannya, aku tertawa, tepatnya menertawakannya. Cewek cengeng macam apa yang menulis ”angel cry” di kaca depan mobilnya? Hahahaha...Dan sekarang lihat aku pun menulis namaku disana, tak tanggung-tanggung, Red Wine...yeah, kau pasti lelah menangis kan angel? Kali ini akan kubuat kau mabuk kepayang!!!
*Bisakah Red menarik perhatian si angel cry? Penasaran kan? Hehehehe, tenang besok masih ada lanjutannya kok...*


2 komentar:
kelanjutanya mana???
ditunggu ya bang :-*
Poskan Komentar