TRACK 7
Malam itu kulewati berdua dengan Angel Cry. Tak ada yang istimewa, obrolan biasa. Sekali-kali dia mengeluarkan makian. Sekali-kali dia menyentuh wajahku dan mengusapnya pelan. Sekali-kali aku menggerakkan bibirku ke kiri dan ke kanan. Sekali-kali pula kugerakkan alisku. Oh Tuhan, aku tahu setelah ini akan banyak waktu yang kulalui bersamanya. Aku sungguh berharap dia merasakan apa yang kurasakan. Atau setidaknya dia tahu aku menyukainya. Aku merindukannya setiap saat. Aku jatuh cinta padanya. Aku, seorang Prajurit rendahan jatuh cinta pada seorang Putri, seorang bidadari dari negeri kahyangan. Bisakah aku mengumumkannya pada dunia? 
Sebulan, dua bulan, tiga bulan...waktu berlalu amat cepat bila bersamanya. Tapi belum juga ada yang terjadi antara aku dan dia. Belum juga dia mengerti. Padahal aku sudah sering bersamanya. Menemaninya. Berusaha membahagiakannya lebih dari siapapun di dunia ini. Oke, kalian yang membacanya pasti sudah tergoda untuk berlari menuju toilet dan muntah-muntah. Baiklah akan kuceritakan pada kalian yang sebenarnya.
Aku, Red Wine yang seharusnya membuatnya mabuk kepayang, malah dibuat mabuk semabuk-mabuknya oleh Angel Cry. Setiap saat ketika bersamanya yang kulakukan hanyalah mendengarkannya menceritakan Entit begini, Entit begitu. Di atas kegetiranku aku melihatnya pelan-pelan terbang, jauh membubung ke angkasa, dan aku memandangnya dengan perasaan remuk redam (oh, kalian boleh membayangkannya seperti adegan di Video Klip Hijau Daun yang Cobalah itu).
Seringkali, ketika nongkrong bersama anak-anak Majak, aku hanya bengong menontonnya sedang bercanda dengan Entit. Sekali-kali dengan ketua. Aku bisa saja bergabung dengannya. Tapi aku tahu kedudukanku. Aku hanyalah tempat sampah. Hanya dibutuhkan ketika ada kotoran yang ingin dibuang dari hatinya. Tapi, kalian para lelaki yang pernah merasakan minder syndrome pasti mengerti jika akhirnya kukatakan, tak apalah menjadi tempat sampahnya, asalkan sekali-kali aku bisa bersamanya, asalkan sekali-kali aku bisa memandang wajahnya dari dekat, bisa mendengar tawanya, bisa mengelus rambutnya, dan yang paling membuatku bertahan adalah usapannya di wajahku. Ah sudah cukup membuatku bisa hidup seribu tahun lamanya.
Aduh, kalian para lelaki pasti membenciku, cengeng! Begitu kalian memakiku. Sebagian dari kalian meludahiku sambil berteriak, Mau-maunya diperbudak oleh perempuan! Ah cobalah mengerti Teman, cobalah mengerti!
Di dunia ini memangnya apa yang paling menyakitkan dari sebuah kisah cinta? Cinta yang terhalang status kaya atau miskin? Cinta yang terhalang oleh kematian? Atau cinta yang ditentang oleh dunia? Oh bukan! Sama sekali bukan itu. Yang paling menyakitkan dari sebuah kisah cinta adalah cinta yang indifferent teman, indifferent. Tengoklah kamus, disana kalian akan menemukan, indifferent berarti tak diacuhkan, tak dipedulikan, yeah cinta yang paling menyakitkan adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi, hey setiap aku bisa menghirup wangi tubuhnya, setiap eluasannya di wajahku, setiap tatapan sayunya yang seolah-olah meminta perlindungan, saat-saat itu aku tak pernah berhenti berharap, semua hal yang dia lakukan padaku seperti chas pada baterei yang hampir mati. Jadi tolong, jangan menghakimiku, biarkan sejenak saja aku menikmati bunga-bunga bermekaran di hatiku.
Cuihhhh, ah kalian meludahiku lagi. Kalian bilang, banci kamu Red! Whatever lah...memangnya kalian tak pernah jatuh cinta heh? Pernah! Tapi tak semenyedihkan itu. Oh, tentu saja itu karena kalian beruntung, punya wajah yang mulus, punya tubuh tinggi, belum lagi dukungan kekayaan orang tua kalian. Huh...yang banci itu kalian. Lihat aku, usiaku 23 tahun, dan aku sudah punya 2 bengkel yang kubangun dengan tanganku sendiri. Sebuah rumah sedang kubangun, satu showroom mobil sedang kujajaki untuk kubangun di tempat paling strategis di Kota Malang. Padahal, tengoklah kehidupan orang tuaku di Madura. Mereka miskin. Kuhidupi keduanya dengan setulus hatiku. Walau salah satu dari mereka...Ah sudahlah tak perlu kuceritakan, biar nanti saja Teman. Nanti. Suatu saat aku pasti bercerita pada kalian.
Hahahaha, aku sedang berdiri di depan cermin, menatap wajahku, dan mengumandangkan kalimat-kalimat itu dalam otak dan hatiku. Malam ini aku akan menemuinya. Setiap kali menemuinya selalu ada momen termehek-mehek seperti tadi dimana aku sekuat tenaga mengenyahkan Minder Syndrome dari hatiku, dengan mengumandangkan segala jenis pembelaan yang kupunya. Memang menyedihkan, tapi jika ada di antara kalian yang bisa memberiku tips menghilangkan minder syndrome itu, pliss tolong email aku ya!
Aku menemuinya tentu saja bukan untuk menyatakan isi hatiku. Bukan. Belum saatnya. Baru 3 bulan. Biarlah nanti saja, pasti ada waktu yang tepat. Ini hanya malam biasa. Minggu ketiga dari bulan ini. Huh pasti dia tidak sedang kencan dengan Ketua ataupun Entit. Aku memang hanya pilihan terakhir. Pilihan terakhir tapi yang paling berusaha untuk membuatnya bahagia. Andai dia bisa merasakan usahaku.
Hah...rupanya aku salah Teman, ini bukan malam yang biasa. Tapi malam yang paling sulit. Ah bukan malam dimana aku berjalan dengannya kemudian muncul Entit atau ketua dan mereka memergoki kami sedang berciuman. Hahaha, sungguh aku sering berkhayal seperti itu. Jika saat itu terjadi, aku akan langsung tertawa lebar dan berteriak pada mereka, akulah yang menjadi pemenangnya. Red, Red si cupu yang mempunyai minder syndrome stadium 4 tapi di luar terlihat paling percaya diri, lihat seorang bidadari sedang kucium mesra. Hahahaha...stop Red, stop sampai sana...kamu bisa makin gendeng jika masih maksa meneruskan imajinasi yang ngawur itu.
Di Malang, ada sebuah jalan dimana ketika malam tiba, jalan itu akan ramai dikunjungi orang-orang untuk melepas penat atau saling bercanda, atau hanya untuk membeli jagung bakar ataupun roti bakar. Ada di simpang wilis. Nah kesanalah kami berangkat. Kupikir aku akan melewati malam yang cerah, karena itu kan tempat umum, gak mungkin dongs ada sesi termehek-mehek. Ah aku jadi bersemangat.
Lagi-lagi aku salah. Dia hanya pesan roti bakar, membeli sebotol air mineral, dan melanjutkan perjalanan ke sebuah jalan yang sepi. Aku diminta berhenti disana. Dia menatapku dengan tatapan sayu yang kukenal. Aku nyengir juga ketika membayangkan adegan mobil bergoyang. Hihihi, mudah-mudahan kuntilanak gak datang mengganggu. Semoga setan gondrong yang datang menggoda kami. Dan inilah akhirnya rahasia kelam Angel Cry tersingkap di hadapanku...
”mas, ada yang ingin tetra ceritakan”
“cerita saja, aku selalu mendengarkan” ah ternyata si Entit lagi.
“aku pernah bertunangan....” oh bukan si Entit? Tapi coba ulangi, dia mengatakan pernah bertunangan, apa itu artinya dia sudah bertunangan? Apa artinya sebentar lagi aku harus menghadiri resepsi perkawinannya? Oh Tuhan, plis jangan secepat itu, plis...
“kenapa...kenapa? Trala pernah bertunangan? Trala mau menikah?” tak peduli jika dia bisa mendengar ada nada was-was dalam suaraku, aku tak berusaha menyembunyikannya.
”hahaha, nggak mas...” dia tertawa getir, ingin rasanya mengulurkan tangan dan memeluknya. ”dulu tetra pernah bertunangan, kami dijodohkan”
”kok mau? Zaman sekarang dijodohkan?” kalian juga pasti heran kan?
”ceritanya panjang, intinya setiap orang tua selalu was-was jika anak mereka keluar masuk rumah dan membawa berbagai macam lelaki atau perempuan yang berbeda, belum lagi kalau anak lelaki mereka kerap kali dikunjungi perempuan yang minta tanggung jawab, atau anak perempuan mereka digosipkan suka mempermainkan laki-laki dan berakhir dengan...”
”sorry Trala aku gak ngerti...” bukan! Aku bukannya tak mengerti, aku takut mendengarnya, kedengarannya seperti dia pernah hamil terus aborsi atau semacam itu. Sekali itu aku merasa lebih baik dibohongi. ”kenapa dengan anak perempuannya? Dia hamil? Aborsi?”
”apa sih?” dia melotot, memukul tanganku dengan keras, cukup sakit hingga membuatku meringis. ”apa aku kelihatan seperti seorang ibu tanpa suami?” sejujurnya memang seperti itu.
”bukan, hanya saja...”
”makanya dengerin dulu dongs, jangan main potong aja”
”oke” aku diam, pelan-pelan aku berusaha menarik nafas, bersiap-siap mendengar pengakuannya yang sesungguhnya tak ingin kudengar.
”anak perempuan yang suka mempermainkan lelaki itu digosipkan dekat dengan seorang janda kembang...”
”gimana gimana? Anak perempuan itu semacam punya musuh seorang perempuan yang kemudian jadi janda kembang gitu? Anak perempuan itu menggoda suaminya?” dia tampak kesal, dan menarik nafas dengan berat.
”mas! Bukan dengan suaminya, tapi dengan istrinya, dengan si janda kembang itu...”
”aduh mumet aku...”
”ah...affair si anak perempuan itu terjadi dengan si janda kembangnya, tapi itu terjadi setelah si janda kembang bercerai dengan suaminya, jadi si anak perempuan itu gak jadi semacam perusak rumah tangga orang...” aduh affair apaan sih? Kalian mengerti Teman? Affair antara seorang perempuan dengan perempuan? Semacam arisan? Shoping barangkali? Ah mungkin ke salon bareng, itu pasti maksudnya. Ya kan Teman? Tapi jangan-jangan....Oh Tuhan, tidak!
”kamu lesbi ya?” aku tidak lagi memanggilnya dengan Trala, aku shock, ngeri.
”monyet sih yah pikirannya?” oh itu artinya bukan kan Angel? Aku masih terus berharap.
”terus apa dongs?”
”ah lupakan janda kembang dan si anak perempuan itu, intinya ada sepasang perempuan dan laki-laki dijodohkan oleh kedua orang tua mereka karena kenakalannya”
”gak bisa, kamu harus menjelaskan dulu si janda kembang itu”
”apa sih jadi kamu-kamu gitu?” aduh dia tahu juga akhirnya.
”eh maksudnya Trala” aku menelan ludah dengan susah payah.
”gak mau ah, mas nya gitu sih”
”plis tolong, ceritakan semuanya padaku” mudah-mudahan cukup sekali saja aku memohon padanya.
”Mas Angga inget gak ketika Tetra cerita tentang tetra yang dicari polisi karena mukul orang?” ah dia memang preman. Kecil sih, tapi garangnya bukan main.
”iya inget, katanya dia menghina Trala kan?”
”tahu apa yang dia bilang tentang Tetra?”
”belum, Trala belum cerita”
”dia bilang, Tetra frigid gak suka laki, sukanya sama perempuan macam janda kembang itu, mungkin karena waktu tetra berteman sama dia, tetra gak dekat sama laki-laki, apalagi tetra selalu kelihatan mesra sama setiap orang, mau laki, mau perempuan...”
”berarti itu fitnah gitu ya?”
“YUPS! Mas angga tahu sendiri tetra masih suka sama lelaki...” ah leganya, tapi kalimat berikutnya yang dia katakan membuatku kembali mumet.” Buktinya Tetra suka banget sama Entit, Mas Angga tahu banget kan?”
”iya” aku mengangguk dengan sebal.
”jadi tetra dijodohkan karena kenakalan tetra dan lelaki yang dipilih orang tua tetra sama nakalnya sama tetra”
”terus? Kalian kan bisa menolaknya, Trala masih bisa menjelaskan pada orang tua Trala”
”ah Mas Angga gak tahu sih, bertahun-tahun hubungan Tetra sama Mami itu gak seperti ibu dan anak, kami seperti musuh yang saling melengkapi...seperti Batman sama Joker...she’s complete my life”
”hahaha, gak lucu sama sekali. Masa ibu dibilang musuh? Trala ingat dongs ibu itu yang mengandung Trala, melahirkan Trala ke dunia. Kalau gak ada ibu, mana mungkin Trala bersamaku sekarang”
”ya itu dia makanya, karena Tetra sama dia sama-sama sadar bahwa mereka para orang tua itu harus dibahagiakan karena jasa-jasanya itu, karena itulah tetra menerima perjodohan itu, dan dia pun sama...” wuih, sinetron banget! Menerima perjodohan karena terpaksa ingin membahagiakan orang tua. Oh Datuk Maringgih, coba kau tahu ada cerita macam ini di zaman blackberry seperti sekarang. Ah Siti Nurbaya, kamu tak sendiri ternyata.
”terus sekarang kalian masih tunangan?”
”nggak. Sudah putus tahun lalu” aku malas bertanya sebenarnya, tapi biarlah aku bertanya. Bukan karena aku penasaran, hanya saja kalian pasti penasaran kan Teman?
”kenapa?”
”awalnya kita seperti musuh, tetra seperti mendapat lawan seimbang, dia juga, bayangkan seekor playgirl bertemu seekor playboy...sangat langka sekali, tapi di hadapan orang tua kita pura-pura saling suka” oh sinetron lagi! Aku tak percaya. Kalian juga tak percaya kan?
”terus akhirnya kalian saling suka gitu?”
”ya!” huh sudah dapat ditebak. ”mau gimana lagi? Kita cukup sering berinteraksi, dia datang ketika sahabat Tetra yang paling dekat yang ternyata tetra suka malah nikah dengan cewek lain, padahal sebelumnya dia sempat bilang dia suka tetra, tapi tetra tolak...” salahmu, kenapa ditolak?
”hmmm...”
”dia datang ketika tetra lagi merasa sangat menyesal telah menyia-nyiakan seorang laki-laki yang tetra suka” oh, dia pasti seorang Pangeran yang datang dengan kuda putih, dia datang untuk menyembuhkan sayap-sayap bidadari yang patah. Huh...dasar perempuan!
”Tetra menyebutnya Pangeran...” hahaha tuh kan? Sangat mudah ditebak. ”bayangkan mas, waktu lumpur sidoarjo baru menyembur, jalan surabaya malang kan terganggu, dia tetap selalu datang untuk Tetra” dia datang dengan membawa seikat bunga, sambil tersenyum mesra. Cuihhh, aku muak membayangkannya.
”dia memang orang mana? Surabaya?”
”bukan, dia orang Jakarta, biasanya dia naik pesawat ke Surabaya, terus baru lanjut ke Malang lewat jalan darat” wuih bukan main Pangeran yang satu ini. Ternyata ada juga lelaki yang lebih bodoh dari aku yang mau menempuh perjalanan dari ujung pulau jawa ke ujung pulau jawa lainnya, hanya untuk bertemu dengannya. Apa sih istimewanya si Angel Cry ini?
”terus kenapa bisa putus? Kan akhirnya Trala suka juga sama dia kan?”
”ya, Tetra akhirnya memang suka sama dia, dan bodohnya, tetra suka sama dia setelah dia mengambil sesuatu dari Tetra...” Oh Tuhan. Pangeran itu mengambil apa dari bidadari? Gak mungkin mengambil dompetnya kan? Tidak! Aku tidak ingin tahu. Tapi kalian mengerti kan apa itu artinya? Aku tak tega menulisnya. Sungguh. Tolong jangan paksa aku menulis kalimat itu. Tolong jangan tanya aku. Tolong mengerti sendiri apa yang Pangeran bajingan itu ambil dari bidadari.
Dia mulai tersedu, dia menangis, ini pertama kalinya dia menangis, biasanya dia cuma mencaci maki, tak pernah sampai sesakit ini, tak pernah dia sampai menangis terisak-isak. Anehnya, aku sama sekali tidak bersimpati padanya. Aku benci. Benci bukan main. Aku muak. Ingin rasanya kuludahi dia. Ingin kuinjak-injak dia dengan kakiku. Ingin kucekik dia sampai mati. Tak sadar tanganku memegang setir dengan tegang. Kalau saja dia bisa melihat mataku. Pasti dia akan melihat kobaran api di dalamnya.
Bidadariku...dia tega menghancurkan mimpi-mimpiku tentang dia. Dia tega tak menjaga dirinya untuk aku (lho memang aku siapanya dia?). Dia tega membuatku jatuh cinta padahal dia...ah, bagiku dia tak layak untuk dicintai. Wanita seperti itu, ya Tuhan....Sang Maha pembolak-balik hati...beberapa jam lalu Kau buat dia jadi wanita yang kucintai setengah mati, sekarang, Kau buat aku membencinya hingga ingin sekali kubunuh dia.
”Tetra terpaksa harus suka sama dia, Tetra benci sama dia sekaligus mencintainya, tapi dia...dia juga bilang dia suka sama Tetra, tetra tak pernah bilang kalau Tetra juga mencintainya, tetra malu...malu karena mencintainya, malu karena yang Tetra rindukan dari dirinya adalah sentuhannya, rayuannya...” Dia pasti berharap aku akan bersimpati padanya. Tidak! Aku makin membencinya.
”bersama dia Tetra merasa jadi wanita paling cantik, paling sexy” kamu memang cantik, kamu sexy, kenapa kamu menyadarinya justru setelah kamu diperas habis-habisan oleh dia.
”dia bilang I Love You, tapi dia tak pernah menyembunyikan hubungannya dengan wanita lain...hubungan singkat memang, kebanyakan short time, tapi mas angga ngerti sakitnya gimana mencintai orang yang sama sekali gak bisa menghargai perasaan kita?” oh tentu saja aku mengerti Angel, mengerti sekali, sama seperti yang kau lakukan sekarang padaku.
”Trala sih gak bilang kalau Trala juga cinta sama dia, mungkin dia cuma ingin Trala cemburu aja” hahaha, komentar yang sinis, tapi masih bernada menghibur.
”iya mungkin, tapi itu sudah berlalu mas, Trala udah lepas dari dia, dan mas angga gak tahu kan siapa yang membuat Trala terlepas dari Pangeran?” ya, aku ingin tahu siapa dia? Seorang satria dengan kuda hitam, pedang panjang? Huh...
”seorang prajurit mas...” oh cuma seorang prajurit? Hahaha...picisan...kisah picisan. ”Prajurit itu namanya Rahmat Illahi” jancikkk! Kalian pasti heran apa di dunia ini ada Nama yang melambungkan do’a sedahsyat itu? Percaya padaku, nama itu ada. Sayangnya do’a dari nama itu tak pernah terkabul. Di dunia nyata dia dipanggil Aat, di kisah ini kalian mengenalnya sebagai Entit.
”mas angga...” aku bergidik mendengarnya memanggilku seperti itu, bukan seperti apa yang kurasakan ketika pertama kali dia memanggilku, yeah dulu mungkin aku langsung turgor, sekarang aku langsung impoten!
”yah...”
”mas angga, shock banget ya?” dia bertanya sambil tersenyum geli.
”hmmm...” aku membalasnya dengan senyum miris. ”kenapa Trala menceritakannya padaku?”
”Tetra pikir Mas Angga harus tahu karena Mas sekarang dekat dengan Tetra...” dia memandangku dengan sorot mata dan senyum misterius. Mungkin aku berhalusinasi, tapi dari mata dan senyumnya itu, aku bisa melihat beberapa kalimat melayang di udara. Oh Tuhan, dia sudah tahu aku menyukainya, dia berusaha menghentikan aku. Dia berusaha melindungiku agar tak sampai jatuh cinta padanya karena kisah Pangeran Bajingan itu. Tapi kalian tahu bukan? Itu sudah sangat terlambat, aku sudah terlanjur jatuh cinta, walau sekarang aku mulai ragu bahkan berpikir membencinya setengah mati.
”Trala, apa semua itu benar?”
”apanya yang benar mas?”
”kisah itu?”
”hahaha...ya sudah lupakan saja, gak usah dipikirin, gak usah dibikin pusing, pulang aja yuk...”
Ah aku memang plin-plan, sekarang malah aku gak yakin apa benar aku membencinya. Ingin rasanya meminta dia untuk mengusap wajahku seperti biasa, untuk membuktikannya.
”sini, biar Tetra aja yang nyetir, mas pindah kesini”
Aku pasti kelihatan tolol sekali sampai dia tahu aku tak bisa membawa Wine dengan kecepatan di bawah 80 Km/Perjam.
”gak apa-apa, biar aku saja” aku berusaha menolak.
”mas angga...” dia mengucapkannya sambil menatap mataku dengan pandangan memaksa.
”oke...” akhirnya aku mengalah.
”maafkan Tetra ya mas...” dia mengucapkannya setelah aku berpindah tempat dari belakang setir. Dan dia mengucapkannya sambil mengelus wajahku, dengan mata sayunya dia menatapku....Damn! ternyata Teman, aku tak berhenti mencintainya. Jauh di lubuk hatiku, aku berharap dia berbohong tentang kisahnya itu. Aku bernafas lega, setidaknya masih ada harapan walau itu kecil. Akan kutanyai setiap orang yang mengenalnya, benarkah cerita yang kudengar dari mulutnya itu? yahhh...akan kutanya pada setiap orang, tak peduli itu membuat mereka tahu aku tergila-gila padanya. Cukup sudah aku mencari jalan aman. Akan kutunjukkan pada dunia, aku memang mencintainya***

Sebulan, dua bulan, tiga bulan...waktu berlalu amat cepat bila bersamanya. Tapi belum juga ada yang terjadi antara aku dan dia. Belum juga dia mengerti. Padahal aku sudah sering bersamanya. Menemaninya. Berusaha membahagiakannya lebih dari siapapun di dunia ini. Oke, kalian yang membacanya pasti sudah tergoda untuk berlari menuju toilet dan muntah-muntah. Baiklah akan kuceritakan pada kalian yang sebenarnya.
Aku, Red Wine yang seharusnya membuatnya mabuk kepayang, malah dibuat mabuk semabuk-mabuknya oleh Angel Cry. Setiap saat ketika bersamanya yang kulakukan hanyalah mendengarkannya menceritakan Entit begini, Entit begitu. Di atas kegetiranku aku melihatnya pelan-pelan terbang, jauh membubung ke angkasa, dan aku memandangnya dengan perasaan remuk redam (oh, kalian boleh membayangkannya seperti adegan di Video Klip Hijau Daun yang Cobalah itu).
Seringkali, ketika nongkrong bersama anak-anak Majak, aku hanya bengong menontonnya sedang bercanda dengan Entit. Sekali-kali dengan ketua. Aku bisa saja bergabung dengannya. Tapi aku tahu kedudukanku. Aku hanyalah tempat sampah. Hanya dibutuhkan ketika ada kotoran yang ingin dibuang dari hatinya. Tapi, kalian para lelaki yang pernah merasakan minder syndrome pasti mengerti jika akhirnya kukatakan, tak apalah menjadi tempat sampahnya, asalkan sekali-kali aku bisa bersamanya, asalkan sekali-kali aku bisa memandang wajahnya dari dekat, bisa mendengar tawanya, bisa mengelus rambutnya, dan yang paling membuatku bertahan adalah usapannya di wajahku. Ah sudah cukup membuatku bisa hidup seribu tahun lamanya.
Aduh, kalian para lelaki pasti membenciku, cengeng! Begitu kalian memakiku. Sebagian dari kalian meludahiku sambil berteriak, Mau-maunya diperbudak oleh perempuan! Ah cobalah mengerti Teman, cobalah mengerti!
Di dunia ini memangnya apa yang paling menyakitkan dari sebuah kisah cinta? Cinta yang terhalang status kaya atau miskin? Cinta yang terhalang oleh kematian? Atau cinta yang ditentang oleh dunia? Oh bukan! Sama sekali bukan itu. Yang paling menyakitkan dari sebuah kisah cinta adalah cinta yang indifferent teman, indifferent. Tengoklah kamus, disana kalian akan menemukan, indifferent berarti tak diacuhkan, tak dipedulikan, yeah cinta yang paling menyakitkan adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi, hey setiap aku bisa menghirup wangi tubuhnya, setiap eluasannya di wajahku, setiap tatapan sayunya yang seolah-olah meminta perlindungan, saat-saat itu aku tak pernah berhenti berharap, semua hal yang dia lakukan padaku seperti chas pada baterei yang hampir mati. Jadi tolong, jangan menghakimiku, biarkan sejenak saja aku menikmati bunga-bunga bermekaran di hatiku.
Cuihhhh, ah kalian meludahiku lagi. Kalian bilang, banci kamu Red! Whatever lah...memangnya kalian tak pernah jatuh cinta heh? Pernah! Tapi tak semenyedihkan itu. Oh, tentu saja itu karena kalian beruntung, punya wajah yang mulus, punya tubuh tinggi, belum lagi dukungan kekayaan orang tua kalian. Huh...yang banci itu kalian. Lihat aku, usiaku 23 tahun, dan aku sudah punya 2 bengkel yang kubangun dengan tanganku sendiri. Sebuah rumah sedang kubangun, satu showroom mobil sedang kujajaki untuk kubangun di tempat paling strategis di Kota Malang. Padahal, tengoklah kehidupan orang tuaku di Madura. Mereka miskin. Kuhidupi keduanya dengan setulus hatiku. Walau salah satu dari mereka...Ah sudahlah tak perlu kuceritakan, biar nanti saja Teman. Nanti. Suatu saat aku pasti bercerita pada kalian.
Hahahaha, aku sedang berdiri di depan cermin, menatap wajahku, dan mengumandangkan kalimat-kalimat itu dalam otak dan hatiku. Malam ini aku akan menemuinya. Setiap kali menemuinya selalu ada momen termehek-mehek seperti tadi dimana aku sekuat tenaga mengenyahkan Minder Syndrome dari hatiku, dengan mengumandangkan segala jenis pembelaan yang kupunya. Memang menyedihkan, tapi jika ada di antara kalian yang bisa memberiku tips menghilangkan minder syndrome itu, pliss tolong email aku ya!
Aku menemuinya tentu saja bukan untuk menyatakan isi hatiku. Bukan. Belum saatnya. Baru 3 bulan. Biarlah nanti saja, pasti ada waktu yang tepat. Ini hanya malam biasa. Minggu ketiga dari bulan ini. Huh pasti dia tidak sedang kencan dengan Ketua ataupun Entit. Aku memang hanya pilihan terakhir. Pilihan terakhir tapi yang paling berusaha untuk membuatnya bahagia. Andai dia bisa merasakan usahaku.
Hah...rupanya aku salah Teman, ini bukan malam yang biasa. Tapi malam yang paling sulit. Ah bukan malam dimana aku berjalan dengannya kemudian muncul Entit atau ketua dan mereka memergoki kami sedang berciuman. Hahaha, sungguh aku sering berkhayal seperti itu. Jika saat itu terjadi, aku akan langsung tertawa lebar dan berteriak pada mereka, akulah yang menjadi pemenangnya. Red, Red si cupu yang mempunyai minder syndrome stadium 4 tapi di luar terlihat paling percaya diri, lihat seorang bidadari sedang kucium mesra. Hahahaha...stop Red, stop sampai sana...kamu bisa makin gendeng jika masih maksa meneruskan imajinasi yang ngawur itu.
Di Malang, ada sebuah jalan dimana ketika malam tiba, jalan itu akan ramai dikunjungi orang-orang untuk melepas penat atau saling bercanda, atau hanya untuk membeli jagung bakar ataupun roti bakar. Ada di simpang wilis. Nah kesanalah kami berangkat. Kupikir aku akan melewati malam yang cerah, karena itu kan tempat umum, gak mungkin dongs ada sesi termehek-mehek. Ah aku jadi bersemangat.
Lagi-lagi aku salah. Dia hanya pesan roti bakar, membeli sebotol air mineral, dan melanjutkan perjalanan ke sebuah jalan yang sepi. Aku diminta berhenti disana. Dia menatapku dengan tatapan sayu yang kukenal. Aku nyengir juga ketika membayangkan adegan mobil bergoyang. Hihihi, mudah-mudahan kuntilanak gak datang mengganggu. Semoga setan gondrong yang datang menggoda kami. Dan inilah akhirnya rahasia kelam Angel Cry tersingkap di hadapanku...
”mas, ada yang ingin tetra ceritakan”
“cerita saja, aku selalu mendengarkan” ah ternyata si Entit lagi.
“aku pernah bertunangan....” oh bukan si Entit? Tapi coba ulangi, dia mengatakan pernah bertunangan, apa itu artinya dia sudah bertunangan? Apa artinya sebentar lagi aku harus menghadiri resepsi perkawinannya? Oh Tuhan, plis jangan secepat itu, plis...
“kenapa...kenapa? Trala pernah bertunangan? Trala mau menikah?” tak peduli jika dia bisa mendengar ada nada was-was dalam suaraku, aku tak berusaha menyembunyikannya.
”hahaha, nggak mas...” dia tertawa getir, ingin rasanya mengulurkan tangan dan memeluknya. ”dulu tetra pernah bertunangan, kami dijodohkan”
”kok mau? Zaman sekarang dijodohkan?” kalian juga pasti heran kan?
”ceritanya panjang, intinya setiap orang tua selalu was-was jika anak mereka keluar masuk rumah dan membawa berbagai macam lelaki atau perempuan yang berbeda, belum lagi kalau anak lelaki mereka kerap kali dikunjungi perempuan yang minta tanggung jawab, atau anak perempuan mereka digosipkan suka mempermainkan laki-laki dan berakhir dengan...”
”sorry Trala aku gak ngerti...” bukan! Aku bukannya tak mengerti, aku takut mendengarnya, kedengarannya seperti dia pernah hamil terus aborsi atau semacam itu. Sekali itu aku merasa lebih baik dibohongi. ”kenapa dengan anak perempuannya? Dia hamil? Aborsi?”
”apa sih?” dia melotot, memukul tanganku dengan keras, cukup sakit hingga membuatku meringis. ”apa aku kelihatan seperti seorang ibu tanpa suami?” sejujurnya memang seperti itu.
”bukan, hanya saja...”
”makanya dengerin dulu dongs, jangan main potong aja”
”oke” aku diam, pelan-pelan aku berusaha menarik nafas, bersiap-siap mendengar pengakuannya yang sesungguhnya tak ingin kudengar.
”anak perempuan yang suka mempermainkan lelaki itu digosipkan dekat dengan seorang janda kembang...”
”gimana gimana? Anak perempuan itu semacam punya musuh seorang perempuan yang kemudian jadi janda kembang gitu? Anak perempuan itu menggoda suaminya?” dia tampak kesal, dan menarik nafas dengan berat.
”mas! Bukan dengan suaminya, tapi dengan istrinya, dengan si janda kembang itu...”
”aduh mumet aku...”
”ah...affair si anak perempuan itu terjadi dengan si janda kembangnya, tapi itu terjadi setelah si janda kembang bercerai dengan suaminya, jadi si anak perempuan itu gak jadi semacam perusak rumah tangga orang...” aduh affair apaan sih? Kalian mengerti Teman? Affair antara seorang perempuan dengan perempuan? Semacam arisan? Shoping barangkali? Ah mungkin ke salon bareng, itu pasti maksudnya. Ya kan Teman? Tapi jangan-jangan....Oh Tuhan, tidak!
”kamu lesbi ya?” aku tidak lagi memanggilnya dengan Trala, aku shock, ngeri.
”monyet sih yah pikirannya?” oh itu artinya bukan kan Angel? Aku masih terus berharap.
”terus apa dongs?”
”ah lupakan janda kembang dan si anak perempuan itu, intinya ada sepasang perempuan dan laki-laki dijodohkan oleh kedua orang tua mereka karena kenakalannya”
”gak bisa, kamu harus menjelaskan dulu si janda kembang itu”
”apa sih jadi kamu-kamu gitu?” aduh dia tahu juga akhirnya.
”eh maksudnya Trala” aku menelan ludah dengan susah payah.
”gak mau ah, mas nya gitu sih”
”plis tolong, ceritakan semuanya padaku” mudah-mudahan cukup sekali saja aku memohon padanya.
”Mas Angga inget gak ketika Tetra cerita tentang tetra yang dicari polisi karena mukul orang?” ah dia memang preman. Kecil sih, tapi garangnya bukan main.
”iya inget, katanya dia menghina Trala kan?”
”tahu apa yang dia bilang tentang Tetra?”
”belum, Trala belum cerita”
”dia bilang, Tetra frigid gak suka laki, sukanya sama perempuan macam janda kembang itu, mungkin karena waktu tetra berteman sama dia, tetra gak dekat sama laki-laki, apalagi tetra selalu kelihatan mesra sama setiap orang, mau laki, mau perempuan...”
”berarti itu fitnah gitu ya?”
“YUPS! Mas angga tahu sendiri tetra masih suka sama lelaki...” ah leganya, tapi kalimat berikutnya yang dia katakan membuatku kembali mumet.” Buktinya Tetra suka banget sama Entit, Mas Angga tahu banget kan?”
”iya” aku mengangguk dengan sebal.
”jadi tetra dijodohkan karena kenakalan tetra dan lelaki yang dipilih orang tua tetra sama nakalnya sama tetra”
”terus? Kalian kan bisa menolaknya, Trala masih bisa menjelaskan pada orang tua Trala”
”ah Mas Angga gak tahu sih, bertahun-tahun hubungan Tetra sama Mami itu gak seperti ibu dan anak, kami seperti musuh yang saling melengkapi...seperti Batman sama Joker...she’s complete my life”
”hahaha, gak lucu sama sekali. Masa ibu dibilang musuh? Trala ingat dongs ibu itu yang mengandung Trala, melahirkan Trala ke dunia. Kalau gak ada ibu, mana mungkin Trala bersamaku sekarang”
”ya itu dia makanya, karena Tetra sama dia sama-sama sadar bahwa mereka para orang tua itu harus dibahagiakan karena jasa-jasanya itu, karena itulah tetra menerima perjodohan itu, dan dia pun sama...” wuih, sinetron banget! Menerima perjodohan karena terpaksa ingin membahagiakan orang tua. Oh Datuk Maringgih, coba kau tahu ada cerita macam ini di zaman blackberry seperti sekarang. Ah Siti Nurbaya, kamu tak sendiri ternyata.
”terus sekarang kalian masih tunangan?”
”nggak. Sudah putus tahun lalu” aku malas bertanya sebenarnya, tapi biarlah aku bertanya. Bukan karena aku penasaran, hanya saja kalian pasti penasaran kan Teman?
”kenapa?”
”awalnya kita seperti musuh, tetra seperti mendapat lawan seimbang, dia juga, bayangkan seekor playgirl bertemu seekor playboy...sangat langka sekali, tapi di hadapan orang tua kita pura-pura saling suka” oh sinetron lagi! Aku tak percaya. Kalian juga tak percaya kan?
”terus akhirnya kalian saling suka gitu?”
”ya!” huh sudah dapat ditebak. ”mau gimana lagi? Kita cukup sering berinteraksi, dia datang ketika sahabat Tetra yang paling dekat yang ternyata tetra suka malah nikah dengan cewek lain, padahal sebelumnya dia sempat bilang dia suka tetra, tapi tetra tolak...” salahmu, kenapa ditolak?
”hmmm...”
”dia datang ketika tetra lagi merasa sangat menyesal telah menyia-nyiakan seorang laki-laki yang tetra suka” oh, dia pasti seorang Pangeran yang datang dengan kuda putih, dia datang untuk menyembuhkan sayap-sayap bidadari yang patah. Huh...dasar perempuan!
”Tetra menyebutnya Pangeran...” hahaha tuh kan? Sangat mudah ditebak. ”bayangkan mas, waktu lumpur sidoarjo baru menyembur, jalan surabaya malang kan terganggu, dia tetap selalu datang untuk Tetra” dia datang dengan membawa seikat bunga, sambil tersenyum mesra. Cuihhh, aku muak membayangkannya.
”dia memang orang mana? Surabaya?”
”bukan, dia orang Jakarta, biasanya dia naik pesawat ke Surabaya, terus baru lanjut ke Malang lewat jalan darat” wuih bukan main Pangeran yang satu ini. Ternyata ada juga lelaki yang lebih bodoh dari aku yang mau menempuh perjalanan dari ujung pulau jawa ke ujung pulau jawa lainnya, hanya untuk bertemu dengannya. Apa sih istimewanya si Angel Cry ini?
”terus kenapa bisa putus? Kan akhirnya Trala suka juga sama dia kan?”
”ya, Tetra akhirnya memang suka sama dia, dan bodohnya, tetra suka sama dia setelah dia mengambil sesuatu dari Tetra...” Oh Tuhan. Pangeran itu mengambil apa dari bidadari? Gak mungkin mengambil dompetnya kan? Tidak! Aku tidak ingin tahu. Tapi kalian mengerti kan apa itu artinya? Aku tak tega menulisnya. Sungguh. Tolong jangan paksa aku menulis kalimat itu. Tolong jangan tanya aku. Tolong mengerti sendiri apa yang Pangeran bajingan itu ambil dari bidadari.
Dia mulai tersedu, dia menangis, ini pertama kalinya dia menangis, biasanya dia cuma mencaci maki, tak pernah sampai sesakit ini, tak pernah dia sampai menangis terisak-isak. Anehnya, aku sama sekali tidak bersimpati padanya. Aku benci. Benci bukan main. Aku muak. Ingin rasanya kuludahi dia. Ingin kuinjak-injak dia dengan kakiku. Ingin kucekik dia sampai mati. Tak sadar tanganku memegang setir dengan tegang. Kalau saja dia bisa melihat mataku. Pasti dia akan melihat kobaran api di dalamnya.
Bidadariku...dia tega menghancurkan mimpi-mimpiku tentang dia. Dia tega tak menjaga dirinya untuk aku (lho memang aku siapanya dia?). Dia tega membuatku jatuh cinta padahal dia...ah, bagiku dia tak layak untuk dicintai. Wanita seperti itu, ya Tuhan....Sang Maha pembolak-balik hati...beberapa jam lalu Kau buat dia jadi wanita yang kucintai setengah mati, sekarang, Kau buat aku membencinya hingga ingin sekali kubunuh dia.
”Tetra terpaksa harus suka sama dia, Tetra benci sama dia sekaligus mencintainya, tapi dia...dia juga bilang dia suka sama Tetra, tetra tak pernah bilang kalau Tetra juga mencintainya, tetra malu...malu karena mencintainya, malu karena yang Tetra rindukan dari dirinya adalah sentuhannya, rayuannya...” Dia pasti berharap aku akan bersimpati padanya. Tidak! Aku makin membencinya.
”bersama dia Tetra merasa jadi wanita paling cantik, paling sexy” kamu memang cantik, kamu sexy, kenapa kamu menyadarinya justru setelah kamu diperas habis-habisan oleh dia.
”dia bilang I Love You, tapi dia tak pernah menyembunyikan hubungannya dengan wanita lain...hubungan singkat memang, kebanyakan short time, tapi mas angga ngerti sakitnya gimana mencintai orang yang sama sekali gak bisa menghargai perasaan kita?” oh tentu saja aku mengerti Angel, mengerti sekali, sama seperti yang kau lakukan sekarang padaku.
”Trala sih gak bilang kalau Trala juga cinta sama dia, mungkin dia cuma ingin Trala cemburu aja” hahaha, komentar yang sinis, tapi masih bernada menghibur.
”iya mungkin, tapi itu sudah berlalu mas, Trala udah lepas dari dia, dan mas angga gak tahu kan siapa yang membuat Trala terlepas dari Pangeran?” ya, aku ingin tahu siapa dia? Seorang satria dengan kuda hitam, pedang panjang? Huh...
”seorang prajurit mas...” oh cuma seorang prajurit? Hahaha...picisan...kisah picisan. ”Prajurit itu namanya Rahmat Illahi” jancikkk! Kalian pasti heran apa di dunia ini ada Nama yang melambungkan do’a sedahsyat itu? Percaya padaku, nama itu ada. Sayangnya do’a dari nama itu tak pernah terkabul. Di dunia nyata dia dipanggil Aat, di kisah ini kalian mengenalnya sebagai Entit.
”mas angga...” aku bergidik mendengarnya memanggilku seperti itu, bukan seperti apa yang kurasakan ketika pertama kali dia memanggilku, yeah dulu mungkin aku langsung turgor, sekarang aku langsung impoten!
”yah...”
”mas angga, shock banget ya?” dia bertanya sambil tersenyum geli.
”hmmm...” aku membalasnya dengan senyum miris. ”kenapa Trala menceritakannya padaku?”
”Tetra pikir Mas Angga harus tahu karena Mas sekarang dekat dengan Tetra...” dia memandangku dengan sorot mata dan senyum misterius. Mungkin aku berhalusinasi, tapi dari mata dan senyumnya itu, aku bisa melihat beberapa kalimat melayang di udara. Oh Tuhan, dia sudah tahu aku menyukainya, dia berusaha menghentikan aku. Dia berusaha melindungiku agar tak sampai jatuh cinta padanya karena kisah Pangeran Bajingan itu. Tapi kalian tahu bukan? Itu sudah sangat terlambat, aku sudah terlanjur jatuh cinta, walau sekarang aku mulai ragu bahkan berpikir membencinya setengah mati.
”Trala, apa semua itu benar?”
”apanya yang benar mas?”
”kisah itu?”
”hahaha...ya sudah lupakan saja, gak usah dipikirin, gak usah dibikin pusing, pulang aja yuk...”
Ah aku memang plin-plan, sekarang malah aku gak yakin apa benar aku membencinya. Ingin rasanya meminta dia untuk mengusap wajahku seperti biasa, untuk membuktikannya.
”sini, biar Tetra aja yang nyetir, mas pindah kesini”
Aku pasti kelihatan tolol sekali sampai dia tahu aku tak bisa membawa Wine dengan kecepatan di bawah 80 Km/Perjam.
”gak apa-apa, biar aku saja” aku berusaha menolak.
”mas angga...” dia mengucapkannya sambil menatap mataku dengan pandangan memaksa.
”oke...” akhirnya aku mengalah.
”maafkan Tetra ya mas...” dia mengucapkannya setelah aku berpindah tempat dari belakang setir. Dan dia mengucapkannya sambil mengelus wajahku, dengan mata sayunya dia menatapku....Damn! ternyata Teman, aku tak berhenti mencintainya. Jauh di lubuk hatiku, aku berharap dia berbohong tentang kisahnya itu. Aku bernafas lega, setidaknya masih ada harapan walau itu kecil. Akan kutanyai setiap orang yang mengenalnya, benarkah cerita yang kudengar dari mulutnya itu? yahhh...akan kutanya pada setiap orang, tak peduli itu membuat mereka tahu aku tergila-gila padanya. Cukup sudah aku mencari jalan aman. Akan kutunjukkan pada dunia, aku memang mencintainya***


4 komentar:
Sepertinya mudah di tebak kemana alur cerita ini berlanjut ..
tebak aja :)
Sebagai orang yang suka iseng-iseng bikin puisi aku suka kalimatmu mba " Aku, red wine yang seharusnya memabukkan ". ada hak patennya ga ? he..he
boleh deh dikutif...:) link yah blog-ku makasih :-*
Poskan Komentar